Sabtu, 24 Mei 2025

Surat untuk tuhan

Tuhan,

semua berlarian ke arah-Mu

menyebut nama-Mu dalam tangis,

dalam harap,

dalam tunduk yang kadang tak mereka mengerti.

Namun aku,

aku memilih menjauh.

aku membencimu.

aku tak ingin lagi memahami bagaimana aturan takdirmu.

Mengapa Engkau menutup mata

mengapa engkau begitu buta?

atas derita yang begitu nyata?

Mengapa Engkau tuli?

mengapa engkau menutup telinga?

atas tangis umatmu yang menjadi sunyi

seakan akan luka menjadi pelajaran hidup yang tak mampu di mengerti.

Tuhan

Semua Kau perhitungkan di akhirat.

lalu, untuk apa kehidupan?

jika keadilan hanya akan hadir setelah kematian?

Apakah kami hidup hanya untuk diuji?

lalu mati untuk diadili?

betapa sialnya, roh” yang memilih untuk hidup di dunia bajingan ini?

Bagaimana dengan mereka yang tersungkur?

betapa tak adilnya.

Tuhan,

Jika engkau memilih untuk buta, tuli dan lumpuh terhadap jeritan umatmu

maka aku memilih membalas dendamku diatas heningmu.

Rabu, 14 Mei 2025

Tanpa Judul

Ada tempat yang tak lagi kusebut,

namanya tersimpan di antara angin,

di mana ranting berbicara pelan

dan dedaunan menunduk seperti paham.

Langkahku mengendap di sana,

menyelinap di sela aroma tanah basah,

menyaksikan cahaya yang tak datang terburu,

dan suara yang tak meminta jawab.

Langit tak begitu biru,

namun resah bersembunyi dibalik teduh,

di bawah puncaknya, segala luka tak perlu menjadi kata.

Kadang aku rindu,

pada pohon yang menari

pada kicauan burung menyambut pagi, angin berbisik lirih,.

sunyi tak terasa sepi,

ia menyambut lukaku

mendekapku dan membuatku kembali utuh,,

Arjuno, Juli 2024

Minggu, 04 Mei 2025

The other

I was born to be the other woman

the name you never say out loud,

the shadow behind your sunlight,

a secret stitched into silence.

You hold her hand in daylight,

but your eyes still memorize my shape

in the dimness of your regrets.

I do not ask to be chosen.

I only stay

where your heart runs

when it thinks no one’s looking.

“mengapa engkau tidak melonte saja (?)”

ah, jangankan melonte. aku saja jijik pada tubuhku setiap kali bercermin. ​ jujur saja, terkadang aku membenci tubuhku., lipatan lemak yang ...