Kamis, 30 November 2023

Semesta dan resah

wahai semesta
sungguh, tak ada yang ku pahami perihal cinta
sayup sayup jemariku meraba
yang kutemukan hanyalah luka
mengapa engkau begitu tega?
menjadikanku selir disisi permaisuri yang kau manja
dan, menrobek robek hati didalam ragaku yang lemah

wahai semesta
jika aku adalah dia
mungkinkah takdirku akan berbeda?
mungkinkah semua akan baik-baik saja?
mungkinkah semua akan berakhir indah?
dan, mungkinkah aku mendapatkan tulusnya cinta?

namun, sekali lagi

wahai semesta 
jikalau aku adalah aku
mengapa engkau begitu tega?
mempermainkan takdirku diantara sinar purnama ?
menjatuhkan ku diantara gelapnya malam?
menggoda ku dan menjadikan ku sebagai pilihan?
harap harap smu, 
sungguh, semua ini melelahkan.

“mengapa engkau tidak melonte saja (?)”

ah, jangankan melonte. aku saja jijik pada tubuhku setiap kali bercermin. ​ jujur saja, terkadang aku membenci tubuhku., lipatan lemak yang ...